Erosi Semakin Parah, Wisata Pantai di Korea Selatan Terkena Dampak Ekspansi Ekonomi

source gambar : foto.tempo.co

Pandemi Covid 19 membuat banyak dampak yang mempengaruhi kehidupan manusia seperti dari segi pendidikan, segi sosial, hingga segi ekonomi yang berimbas pada keadaan alam sekitar.

Hal ini dikarenakan dimasa pandemi, perekonomian yang semakin merosot akibat ketidakstabilan pemasukan dan pengeluaran suatu negara mengakibatkan sebagian fasilitas dan keadaan alam menjadi semakin tidak terurus.

Seperti halnya dengan fasilitas negara, keadaan alam juga semakin tidak terawat akibat kurangnya dana untuk membersihkan suatu permasalahan yang ada.

Berita Korea yang dilansir dari laman CNN Indonesia, Korea Selatan adalah salah satu negara maju yang juga terkena dampak ekspansi ekonomi. Meskipun disebut sebagai negara maju, namun hal ini tidak menampik bahwa negara ini juga terkena imbas dari pandemi Covid 19 ini.

Salah satunya adalah pada wisata pantai yang ada di daerah Sacheonjin, Korea Selatan. Banyak dari pemilik wisma daerah setempat yang mengaku terjadinya perubahan signifikan pada daerah pantai. Pantai Sacheonjin dikenal para wisatawan dan peselancar sebagai pantai dengan air biru kristal dan pasir lembut.

Akan tetapi semenjak pandemi, iklim daerah tersebut cukup ekstrim karena air tidak lagi setenang dulu hingga ombak yang tinggi berhasil menghanyutkan sebagian besar pantai termasuk angin topan pada bulan Agustus lalu.

Akibat tragedi tersebut, berimbas pada penyusutan pantai akibat erosi. Beberapa pantai populer di Korea Selatan mengalami erosi cukup cepat, bahkan sejak tahun 2020 pantai Sacheonjin yang berada di provinsi Gangwon Timur merupakan salah satu dari 43 pantai yang masuk dalam kategori tingkat keseriusan pada erosi pantai.

Hal ini juga didukung dengan perubahan iklim yang menyebabkan naiknya permukaan air laut sehingga pantai terus mengalami erosi. Meskipun begitu, pemerintah setempat tidak memiliki upaya untuk meningkatkan pemeliharaan pantai.

Sebelumnya, diketahui pantai Sacheonjin pada tahun 2019 memiliki ukuran lebar 40 meter, akan tetapi baru-baru ini mengalami penyempitan sebanyak 3 meter secara terus menerus akibat tergerus ombak yang memperparah erosi pantai tersebut.

Selain itu, penyebab lainnya terjadinya percepatan erosi di pantai Sacheonjin adalah karena pembangunan dermaga apung yang dirancang untuk pasokan batubara ke pembangkitan listrik terdekat. Sementara itu, dilansir dari Wowkeren dan Tempo, jumlah pantai yang mengalami erosi naik dari sebelumnya hanya 12 pada tahun 2018 menurut survet kementrian lautan dan perikanan setempat.

Penyususatan dipantai ini sudah terjadi sejak 2005, dimana sebuat studi tahun 2020 oleh kementrian lingkungan, meneliti terjadinya erosi di daerah Samcheok, tepat pada selatan pantai Sacheonjin.

Padahal, penduduk setempat menjadikan daerah pantai sebagai ,mata pencaharian mereka yang dapat mempengaruhi pariwisata setempat. Pasalnya, banyak wisatawan yang datang ke pantai Sacheonjin untuk berselancar, berenang, memancing, dan masih banyak lagi.

Upaya terbaru dari pihak setempat berencana untuk memasok lebih banyak pasir dan meratakan pantai di semua daerah yang terkena dampak, rencana ini juga disusul untuk menyusun rencana pemulihan jangka panjang sehingga pantai akan tetap kembali lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *